Prospek
Jurusan, Gali Kubur ?
![]() |
| Pilmitanas Mataram 2017 |
Memasuki gerbang kuliah, seakan kamu ditantang untuk mulai
merancang masa depan dengan sebaik-baiknya, dengan orientasi setelah lulus
kuliah dapat kerja yang menjanjikan. Memilih jurusan kuliah tak boleh
asal-asalan, asal ayah ibu senang, asal kuliah, atau bahkan ngikut-ngikut
teman. Saat kamu memilih jurusan kuliah, sama halnya dengan saat kamu memilih
teman hidup. Jurusan yang kamu ambil adalah separuh dari jiwamu, salah pilih jurusan,
hilang deh separuh jiwamu.
Namun, ada kalanya ketika sudah jadi mahasiswa, kamu
dihadapkan pada dilema tingkat dewa. What is the problem ?. Problemnya adalah
jurusan yang kamu ambil saat ini tidak cocok dengan passion kamu, atau
bahkan kamu minder dengan jurusanmu karena tidak dikenal orang. Tatkala, kamu
mencoba berdamai dengan problem-problem tersebut, tapi nyatanya tetap saja
hatimu memberontak. Apalagi, melihat teman-temanmu yang memutuskan pindah
jurusan. Kamu semakin bimbang dan hilang arah. Ingin rasanya mengikuti jejak
mereka, meninggalkan jurusan yang saat ini sudah kamu tekuni selang beberapa
waktu lamanya, dan hijrah ke jurusan lainnya yang orang lain katakan “favorit”.
Guys, disini aku akan sedikit banyak bercerita tentang
salah satu jurusan kuliah yang terindikasi problem-problem seperti yang telah
tersebut. Pernah lihat tukang gali kubur ? Ya, kalian pasti tahulah. Mereka
menggali tanah berbentuk persegi, persegi panjang, yang digunakan sebagai liang
lahatnya. Tapi pernahkah kalian berpikir apa saja yang sebenarnya ada dalam
tanah itu ? dan apakah kalian juga tahu bahwa hal-hal tersebutlah yang
dipelajari oleh mahasiswa-mahasiswa Ilmu Tanah ?. Benar adanya memang,
mahasiswa Ilmu Tanah mempelajari apa yang ada di dalam tanah dan apa saja yang
berkaitan tentang tanah.
Sebab mahasiswa Ilmu Tanah mempelajari apa yang ada di dalam
tanah, maka tak jarang mereka harus gali-gali tanah. Ya, sangat mirip dengan
tukang gali kubur. Oleh karena itu, mereka tak jarang juga mendapat pertanyaan
ataupun sebuah ejekan “Jadi anak
tanah, mau jadi apa ? Tukang gali kubur ya ?” sakit nggak sih dibilangin kayak gitu guys. Meskipun tukang gali-gali tanah, nggak gitu juga kali,
belum tau sih aslinya anak tanah gimana. Haha
Jurusan Ilmu Tanah
terdiri dari dua konsentrasi ilmu yang dipelajari, yaitu bidang ilmu kebumian
(Geologi dan Geografi) dan bidang ilmu pertanian. Saat ini, kebanyakan jurusan
Ilmu Tanah berada di bawah naungan Fakultas Pertanian. Padahal jika ditelaah
dari materi kuliah dan praktikumnya, Ilmu Tanah mirip dengan keteknikan tapi
juga ada pertaniannya. Itulah salah satu keistimewaan dari Ilmu Tanah. Ibarat
angkatan militer, mahasiswa Ilmu Tanah adalah pasukan baret merah. Kenapa bisa pasukan merah ? sebab mahasiswa Ilmu Tanah adalah
orang-orang pertama yang terjun ke lapangan, ketika ada masalah yang
berhubungan dengan tanah. Bisa dilihat, hampir semua masalah berhubungan dengan
tanah, mulai dari bidang pertanian, sosial, politik, ekonomi, tak ada yang
lepas dari tanah.
Ilmu yang akan
dikuasai mahasiswa jurusan Ilmu Tanah yaitu SIG (Sistem Informasi Geografi),
Perencanaan dan Pengembangan Wilayah, Ilmu Tanah Regional, Ekologi, Kualitas
Tanah, Analisis Tanah-Air-Tanaman, Konservasi Tanah-Air, Reklamasi Lahan
Tambang, Agrogeologi, Mineralogi Tanah, Agroklimatologi, Manajemen Agrobisnis,
Manajemen Kewirausahaan, Agrohidrologi, Pengelolaan Air, Pengelolaan Daerah
Aliran Sungai, Ilmu Ukur Tanah, Kartografi, dan UU Pertanahan. Begitu kompleks
apa yang dipelajari, sehingga prospek kerjanya sangat luas. Kerjanya bisa di
Departemen Pertanian, Kehutanan, Sumber Daya Mineral dan Energi, Perkebunan,
BMKG (Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika), BPN (Badan Pertanahan
Nasional), Badan Lingkungan Hidup, BPDAS, Bappeda (Badan Perencanaan
Pembangunan Daerah), Bakosurtanal, Lembaga Penelitian, Perusahaan Perkebunan,
Konsultan Pupuk, Perusahaan Pertambangan, Perusahaan Hutan Tanaman, dan
pekerjaan sejenis lainnya.
Jurusan Ilmu Tanah
paling cocok buat kalian yang suka ngetrip. Tiap semester, pasti akan ada field
trip. Field tripnya nggak kalah kok sama trip-trip yang dilakukan anak
Teknik Geologi, Teknik Geodesi, Kartografi, dan sejenisnya. Field tripnya mulai
dari pantai (dataran 0 mdpl) sampai daerah pegunungan yang tingginya
macam-macam. Seru binggo deh pokoknya. ^_^
Ilmu Tanah pada dasarnya memang tidak
begitu “favorit”, bahkan saat ini dipandang masyarakat sebagai jurusan yang
prospek kerjanya “Gali Kubur”. Akan tetapi, setelah mengerti apa yang
dipelajari dan seperti apa sebenarnya prospek kerja, jurusan Ilmu Tanah
harusnya tidak dipandang sebelah mata, apalagi dianggap sebagai “Tukang Gali
Kubur”. Sebab, Ilmu Tanah adalah ilmu mendasar yang dapat digunakan dalam
menjawab problem di segala bidang. Saat ini permasalahan apapun, menyangkut
tanah, dan mahasiswa jurusan Ilmu Tanah yang dapat menjawabnya. So, jangan
takut untuk katakan “Viva Soil !”





0 comments:
Post a Comment