FOTOSINTESIS
LAPORAN PRAKTIKUM
Disusun oleh :
1.
Andita
Sari P.W.
2.
Diana
Permatasari
3.
Indri
Saraswati
4.
M. Anas
I.
5.
Wiwik
Setyowati
SMA NEGERI 1 JAKENAN
TAHUN PELAJARAN 2015/ 2016
Laporan
Praktikum
Fotosintesis
A. Landasan
Teori
Fotosintesis
adalah salah satu contoh dari proses Anabolisme. Fotosintesis : Peristiwa
penyusunan zat organik (gula) dari zat anorganik (CO2 dan H2O)
dengan pertolongan energi cahaya. Karena bahan baku yang digunakan adalah
CO2 (zat karbon) maka fotosintesis dapat pula disebut asimiliasi
karbon. Proses pembuatan makanan pada tumbuhan hijau dapat terjadi dengan
bantuan:
·
sinar matahari,
·
air,
·
garam mineral yang diserap,
·
karbondioksida dari udara diubah menjadi zat makanan.
Fotosintesis
merupakan sintesis yang memerlukan cahaya (fotos = cahaya; sintesis =
penyusunan atau membuat bahan kimia). Fotosintesis adalah peristiwa pembentukan
karbohidrat dari karbondioksida dan air dengan bantuan energi cahaya matahari.
Secara sederhana, reaksi fotosintesis yang melibatkan berbagai enzim dapat
dituliskan sebagai berikut:
Fotosintesis
terjadi di dalam kloroplas. Kloroplas merupakan organel plastida yang mengandung
pigmen hijau daun (klorofil). Klorofil merupakan pigmen utama yang terdapat
pada tumbuhan yang berfungsi menyerap cahaya matahari. Klorofil dapat dibedakan
menjadi klorofil a dan klorofil b. Klorofil a mampu menyerap cahaya merah dan
biru keunguan. Klorofil a sangat berperan dalam reaksi gelap fotosintesis.
Sedangkan, klorofil b merupakan klorofil yang mampu menyerap cahaya biru dan
merah kejinggaan. Jadi, tumbuhan yang dapat melakukan fotosintesis adalah
tumbuhan yang mengandung kloroplas pada daunnya. Oleh karena itu, tumbuhan
merupakan produsen makanan (karena dapat menghasilkan makanan dengan bantuan
cahaya matahari), dan disebut juga organisme autotrof, yaitu organisme yang
dapat membuat makanan sendiri.
B. Tujuan
Membuktikan
bahwa fotosintesis menghasilkan karbohidrat (amilum)
C. Alat dan
Bahan
1.
Daun Hibiscus
rosasinensis
2.
Kertas
timah
3.
Alkohol
4.
Lugol
5.
Air
6.
Kaki 3
7.
Pembakar
spirtus
8.
Beaker
lass 100 ml
9.
Korek
api
10. Cawan
petri
D. Prosedur
Kerja
1.
Menutup
sebagian daun pada tanaman Hibiscus rosasinensis dengan kertas timah,
dan yang lain dibiarkan terbuka. Membiarkan selama ±1 minggu. Percobaan
dilakukan sebelum matahari terbit.
2.
Pada
sore/ pagi sebelum matahari terbit, memetik daun Hibiscus rosasinensis.
3.
Menggunting
daun Hibiscus rosasinensis dengan ukuran 3
1 cm.
4.
Merebus
air hingga mendidih kemudian merendam daun Hibiscus rosasinensis selama 20
detik.
5.
Mengisi
tabung reaksi dengan alkohol hingga ketinggian 2 cm.
6.
Gulung
daun Hibiscus rosasinensis kemudian memasukkan ke dalam tabung reaksi
yang berisi alkohol, kemudian memasukkan ke dalam beaker glass yan berisi air
mendidih, mendiamkannya selama 10 menit.
7.
Mencuci
dan membilas daun dengan menggoyangkan daun dengan pinset di dalam beaker glass
yang berisi air panas bekas didihan.
8.
Meletakkan
pada cawan petri kemudian menetesi dengan larutan lugol.
9.
Mengamati
perubahan warna yang terjadi.
10. Mencatat
hasil percobaan pada tabel.
E. Hasil
Praktikum
|
No.
|
Perlakuan
|
Daun Hibiscus rosasinensis
|
Warna
|
|
1
|
Sebelum perlakuan
|
Daun terbuka
|
Hijau
|
|
Daun tertutup kertas timah
|
Hijau
|
||
|
2
|
Perendaman alkohol dan dididihkan
|
Daun terbuka
|
Hijau keputihan
|
|
Daun tertutup kertas timah
|
Hijau keputihan
|
||
|
3
|
Ditetesi lugol
|
Daun terbuka
|
Hitam
|
|
Daun tertutup kertas timah
|
Coklat/ Tetap
|
F. Analisis
Data
Pada
saat daun belum direndam pada alkohol dan ditetesi lugol, warna daun terbuka
dan yang ditutup kertas timah sama yaitu berwarna hijau. Kedua daun tersebut
kemudian direndam ke dalam alkohol dan didihkan, warna kedua daun berubah
menjadi hijau mendekati putih. Warna hijau mendekati putih menandakna bahwa
klorofil yang ada dalam daun telah terlarut ke dalam alkohol yang dididihkan.
Ketika kedua daun sudah selesai dididihkan di dalam alkohol, daun ditetesi
lugol untuk uji amilum. Pada daun yang terbuka, warna daun berubah menjadi
hitam, dan pada daun yang tertutup kertas timah beerwarna tetap.
G. Pembahasan
Fotosintesis adalah proses penyusunan atau pembentukan
senyawa komplek dari senyawa sederhana dengan menggunakan energi cahaya. Sumber
energi cahaya alami yang digunakan adalah sinar matahari. Bahan yang digunakan
dalam proses fotosintesis juga berupa CO2 yang diambil dari udara
melalui stomata dan H2O yang diambil dari tanah oleh akar.
Fotosintesis terjadinya di daun, di jaringan parenkim palisade yang mengandung
banyak klorofil. Klorofil / pigmen hijau yang merupakan salah satu pigmen
fotosintetik yang berfungsi untuk menyerap energi cahaya matahari.
Proses fotosintesis menghasilkan amilum. Ini bisa diketahui
ketika permukaan daun yang terkena cahaya ditetesi larutan lugol warnanya berubah
menjadi biru kehitaman. Bagian daun yang tidak terkena cahaya tidak melakukan
fotosintesis, sehingga tidak membentuk amilum. Ketika ditetesi lugol warnyanya
tidak berubah.
H. Kesimpulan
Dalam proses fotosintesis tumbuhan,
tumbuhan akan menghasilkan karbohidrat (amilum) dan proses fotosintesis
memerlukan cahaya matahari. Untuk membuktikan ad tidaknya amilum pada daun,
maka dengan menggunakan lugol. Daun yang mengandung amilum akan berubah menjadi
biru-hitam jika ditetesi dengan lugol, sedangkan jika tidak mengandung amilum
maka warnanya coklat ataupun tetap.
I. Pertanyaan
dan Jawaban Pertanyaan
1.
Apakah
tujuan daun direndam dengan air mendidih ?
2.
Apakah
tujuan daun direndam dengan alkohol ?
3.
Daun
manakah yang berwarna hitam dan yang tetap berwarna putih ? Jelaskan !
1.
Tujuan
direndamnya daun dalam air mendidih adalah untuk menonaktifkan sel-sel yang ada
pada daun.
2.
Tujuan
direndamnya daun dalam alkohol adalah untuk melarutkan zat klorofil yang ada
pada daun sehingga pada daun tinggal amilumnya saja.
3.
Daun
yang berwarna hitam adalah daun yang dibiarkan terbuka/ yang tidak ditutup
dengan kertas timah, dan daun yang tetap berwarna putih adalah daun yang
ditutup dengan kertas timah. Adanya perubahan warna hitam pada daun yang
terbuka ketika ditetesi lugol menandakan bahwa daun tersebut mengandung amilum,
sedangkan pada daun yang ditutup kertas timah warnanya tidak berubah menandakan
bahwa daun tidak mengandung karbohidrat.




0 comments:
Post a Comment