Thursday, March 5, 2015

asbabun nuzul

Leave a Comment




ASBABUN  NUZUL:
1.        An-Nisa’: 59
Dalam suatu riwayat dari Imam Bukhari dikemukakan bahwa turunnya an-Nisa’: 59 berkenaan dengan diutusnya Abdullah bin Huzhafah bin Qais oleh Rasulullah Saw sebagai pemimpin suatu pasukan. Dan menurut al-Hafidz hajar al-Asqalani, kisah Abdullah bin Hudhafah ini menjadi sebab turunnya an-Nisa’: 59, karena adanya batasan taat kepada perintah (pimpinan) dan menolak perintah (pimpinan) untuk terjun ke dalam api. Pada saat itu mereka memerlukan petunjuk berkenaan dengan apa yang harus mereka lakukan. Dan ayat ini turun memberikan petunjuk kepada mereka, apabila berbantahan (berselisih pendapat), hendaknya kembali kepada Allah dan Rasul-Nya.

2.       al-Ma’idah: 48:
Sesuai dengan pendapat Imam Suyuthi, bahwa tidak semua ayat al-Quran memiliki Asbabun Nuzul (sebab-sebab yang melatarbelakangi turunnya ayat), termasuk al-Ma’idah: 48. Namun apa yang tersurat dalam al-Ma’idah: 48 ini memiliki relevansi dengan al-Ma’idah: 45.

Menurut riwayat, kaum Yahudi mengutus orang-orang untuk meminta fatwa (keputusan hukum) kepada Nabi Muhammad Saw, tetapi dengan catatan: Apabila fatwanya agar menyuruh pezina itu dijemur dan dipukuli sesuai hukum yang mereka tetapkan, maka fatwa itu akan diterima. Namun jika beliau (Nabi Muhammad Saw) memberi fatwa agar pezina itu dihukum rajam (dilempari batu sebesar genggaman tangan sampai mati) maka fatwa itu ditolak.

3.       Az-Zumar: 39:
Dalam suatu riwayat diterangkan bahwa kaum musyrikin berkata kepada Nabi Muhammad Saw : Hentikan makianmu terhadap tuhan-tuhan kami, atau kami perintahkan tuhan-tuhan kami untuk menjadikan engkau orang yang tidak waras. Kemudian turun ayat ini sebagai penegasan kepada Nabi Muhammad Saw bahwa hanya Allah yang dapat memberi petunjuk (berhala-berhala itu mustahil dapat memberi petunjuk, sehingga tidak wajib untuk ditaati).

4.       At-Taubah: 105:
Secara hukum, at-Taubah: 105 tidak memiliki Asbabun Nuzul. Dalam suatu riwayat dijelaskan bahwa setelah lama Nabi Muhammad Saw mendirikan masjid Quba, beberapa kaum Anshar yang berdekatan dengan masjid Quba, diantaranya Yakhdad, mendirikan masjid an-Nifaq. Bersabda Nabi Muhammad Saw kepada Yakhdad: Celaka engkau Yakhdad, engkau bermaksud melakukan sesuatu yang aku pun tahu maksudnya. Ia menjawab: Saya tidak bermaksud apa-apa, kecuali mengharapkan kebaikan. Maka turun ayat yang menegaskan bahwa adanya orang-orang yang mendirikan masjid dengan maksud memecah belah umat.

Asbabul Wurud (اَسْبَابُ الْوُرُوْدِ)

0 comments:

Post a Comment