ASBABUN NUZUL:
1.
An-Nisa’: 59
Dalam suatu
riwayat dari Imam Bukhari dikemukakan bahwa turunnya an-Nisa’: 59 berkenaan
dengan diutusnya Abdullah bin Huzhafah bin Qais oleh Rasulullah Saw sebagai
pemimpin suatu pasukan. Dan menurut al-Hafidz hajar al-Asqalani, kisah Abdullah
bin Hudhafah ini menjadi sebab turunnya an-Nisa’: 59, karena adanya batasan
taat kepada perintah (pimpinan) dan menolak perintah (pimpinan) untuk terjun ke
dalam api. Pada saat itu mereka memerlukan petunjuk berkenaan dengan apa yang
harus mereka lakukan. Dan ayat ini turun memberikan petunjuk kepada mereka,
apabila berbantahan (berselisih pendapat), hendaknya kembali kepada Allah dan
Rasul-Nya.
2.
al-Ma’idah: 48:
Sesuai dengan
pendapat Imam Suyuthi, bahwa tidak semua ayat al-Quran memiliki Asbabun
Nuzul (sebab-sebab yang melatarbelakangi turunnya ayat), termasuk
al-Ma’idah: 48. Namun apa yang tersurat dalam al-Ma’idah: 48 ini memiliki
relevansi dengan al-Ma’idah: 45.
Menurut riwayat,
kaum Yahudi mengutus orang-orang untuk meminta fatwa (keputusan hukum)
kepada Nabi Muhammad Saw, tetapi dengan catatan: Apabila fatwanya agar menyuruh
pezina itu dijemur dan dipukuli sesuai hukum yang mereka tetapkan, maka fatwa
itu akan diterima. Namun jika beliau (Nabi Muhammad Saw) memberi fatwa
agar pezina itu dihukum rajam (dilempari batu sebesar genggaman
tangan sampai mati) maka fatwa itu ditolak.
3.
Az-Zumar: 39:
Dalam suatu
riwayat diterangkan bahwa kaum musyrikin berkata kepada Nabi Muhammad Saw : Hentikan
makianmu terhadap tuhan-tuhan kami, atau kami perintahkan tuhan-tuhan kami
untuk menjadikan engkau orang yang tidak waras. Kemudian turun ayat
ini sebagai penegasan kepada Nabi Muhammad Saw bahwa hanya Allah yang dapat
memberi petunjuk (berhala-berhala itu mustahil dapat memberi petunjuk, sehingga
tidak wajib untuk ditaati).
4.
At-Taubah: 105:
Secara hukum,
at-Taubah: 105 tidak memiliki Asbabun Nuzul. Dalam suatu riwayat dijelaskan
bahwa setelah lama Nabi Muhammad Saw mendirikan masjid Quba, beberapa
kaum Anshar yang berdekatan dengan masjid Quba, diantaranya Yakhdad,
mendirikan masjid an-Nifaq. Bersabda Nabi Muhammad Saw kepada Yakhdad:
Celaka engkau Yakhdad, engkau bermaksud melakukan sesuatu yang aku pun tahu
maksudnya. Ia menjawab: Saya tidak bermaksud apa-apa, kecuali
mengharapkan kebaikan. Maka turun ayat yang menegaskan bahwa adanya
orang-orang yang mendirikan masjid dengan maksud memecah belah umat.
Asbabul Wurud
(اَسْبَابُ الْوُرُوْدِ)




0 comments:
Post a Comment